Sensor jenis ini bekerja berdasarkan prinsip pengukuran kapasitansi dari
sensed material (material yang di
sensor). Cakupan material tersebut mulai dari
ferro (besi),
steel (baja),
alumunium, copper (tembaga),
bronze (kuningan) bahkan hingga air sekalipun.
Sedangkan untuk harga, dimensi, geometris / bentuk,
mounting (pengikatan), jenis koneksi, tegangan kerja, jenis
output yang ditampilkan, akurasi, tingkat kepekaan,
durability (daya tahan),
sensing distance (jarak pengukuran) sangatlah bervariasi, tergantung dari merk dagang pabrikannya.
Sedangkan untuk
controller / amplifier yang dapat digunakan juga sangat beragam. Yang perlu diperhatian ketika kita hendak mengkoneksikan antara
sensor dengan
controller nya, kita harus memahami karakteristik dari masing-masing komponen tersebut, serta faktor-faktor eksternal yang kemungkinan dapat mempengaruhi fungsi kerja sistem yang hendak kita rencanakan.
Karakteristik internal tersebut diantaranya adalah tegangan kerja, jenis
output yang ditampilkan, jenis kontak maupun toleransinya.
Sedangkan untuk faktor eksternal yang perlu diperhatikan adalah lingkungan kerja, kemungkinan kebakaran, benturan, vibrasi, kontaminasi dan lain sebagainya.